KELEBIHAN
VOLUME CAIRAN DAN ELEKTROLIT
DEFINISI
Keadaan di mana seorang
individu mengalami atau beresiko mengalami kelebihan cairan intraseluler atau
intrestisial.
ETIOLOGI
FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan
gangguan mekanisme regulator sekunder terhadap gagal ginjal, akut atau kronis.
Berhubungan dengan
peningkatan preload, penurunan kontraktilitas, dan penurunan curah jantung
sekunder terhadap :
·
Infark miokard
·
Gagal jantung kongesif
·
Gagal ventrikel kiri
·
Penyakit katup
·
Takikardia/aritmia
Berhubungan dengan
hipertensi porta, tekanan osmotik koloid plasma rendah, dan retensi narium
sekunder terhadap :
·
Pnyakit hepar
·
Sirosis
·
Asites
·
Kanker
Berhubungan dengan
kerusakan arus balik vena sekunder terhadap :
·
Varikose vena
·
Penyakit vaskular perifer
·
Trombus
·
Feblitis kronis
·
Imobilitas
Tindakan yang Berhubungan
Yang berhubungan dengan
retensi natrium dan air sekunder terhadap terapi kortikosteroid
Situasional
(Personal,
Lingkungan)
Berhubungan dengan
kelebihan masukan natrium/masukan cairan
Berhubungan dengan
rendahnya masukan protein :
·
Diet lemak
·
Malnutrisi
Berhubungan dengan
venostasis/pengumpulan venosa sekunder terhadap :
·
Imobilitas
·
Bidai atau balutan yang kuat
·
Berdiri atau duduk dalam waktu yang lama
Berhubungan dengan
kompresi vena oleh uterusyang hamil
Berhubungan dengan
drainase limfatik yang tidak adekuat sekunder terhadap mastektomi
Maturasional
Lansia
Berhubungan dengan
kerusakan arus balik vena sekunder terhadap peningkatan resisten perifer dan
penurunan efisiensi katup
TANDA-TANDA
GEJALA
Kriteria
Mayor (Harus terdapat)
·
Edema
·
Kulit menegang, mengkilap
Kriteria
Minor (Mungkin terdapat)
·
Masukan lebih banyak daripada keluaran
·
Sesak napas
·
Kenaikan berat badan
(Lynda Juall,2005)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.Elektrolit
serum
Pemeriksaan kadar
elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan
keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium
kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan
HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah
proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai
HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun
menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan
perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi
pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3.
Ph Urine
Menunjukan tingkat
keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 –
8
Pada kondisi oksidasi
metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar
bikarbonat dalam darah)
4.Berat
Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di
pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine
tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine
rendah :stadium terminal,nefritis
(perry
potter,2005)
PENATALAKSANAAN
1. Pemberian
deuretik jika pembatasan diet natrium tidak cukup untuk mengurangi edema dengan
mencegah reabsorbsi natrium dan air oleh ginjal.
2. Pengkajian
masalah yang berat seperti edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas
dan warna kulit.
3. Infus
berhenti bila pemberian cairan natrium berlebihan
KRITERIA
HASIL
Individu akan :
·
Mengungkapkan faktor-faktor penyebab dan
metode-metode pencegahan edema
·
Memperlihatkan penurunan edema perifer
dan sakral
|
NO
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1
|
Kaji tanda-tanda
vital :
·
Catat perubahan Tekanan Darah
·
Demam
·
Turgor kulit
·
Kelembapan membran mukosa
|
Mengetahui keadaan
umum klien
|
|
2
|
Kaji adanya/lokasi
pembentukan edema
|
Edema mungkin umum
atau lokal pada area dependen. Pasien lansia dapat mengalami edema dependen
dengan kelebihan cairan yang lebih kecil
|
|
3
|
Tentukan pola makan
pada klien dan tentukan diet
|
Agar asupan makanan
pada pasien tetap terjaga
|
|
4
|
Anjurkan untuk
mengurangi garam dan terapkan diet
yang tepat
|
Untuk mengajarkan
kepada klien agar tidak terjadi hipervolemia
|
|
5
|
Bantu dengan
identifikasi/pengobatan penyebab dasar
|
Rujuk pada faktor
predisposisi/pemberat
|
(Doengoes,edisi
3;Perry Potter,2005)
KEKURANGAN VOLUME
CAIRAN DAN ELEKTROLIT
DEFINISI
Keadaan di mana seorang
individu yang tidak menjalani puasa mengalami atau beresiko mengalami dehidrasi
vaskular, intertisial atau intravaskular
ETIOLOGI
FAKTOR-FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan
haluaran urine yang berlebihan
Diabetes tak terkontrol
Diabetes insipidus
(ketidakadekuatan hormon diuretik)
Berhubungan dengan
peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan dengan jalan evaporatif karena
luka bakar
Berhubungan dengan
kehilangan sekunder akibat:
Demam atau peningkatan
laju metabolik
Drainase abnormal
(misalnya luka,mensis yang berlebihan)
Peritonitis
Diare
Situasional
(personal, lingkungan)
Berhubungan dengan
muntah /mual
Berhubungan dengan
menurunnya motivasi untuk minum cairan sekunder akibat depresi atau keletihan
Berhubungan dengan masalah
diet atau puasa
Berhubngan dengan
makanan melalui selang dengan pelarut tinggi
Berhubungan dengan
kesuitan menelan atau makan sendiri sekunder akibat nyeri mulut,keletihan
Berhubungan dengan
panas atau sinar matahari yang berlebihan,kekeringan
Berhubungan dengan
kehilngan berlebihan melalui kateter menetap atau drein
Berhubungan dengan
ketidakcukupan cairan untuk upaya olahraga atau kondisi cuaca
Berhubungan dengan
penggunaan laksatif,enema diuretik,alkohol yang berlebihan
Maturasional
Bayi atau anak
Berhubungan dengan
peningkatan kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan
penurunan kemampuan untuk memekatkan urine
Lansia
Berhubungan dengan
kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan penurunan sensasi
haus
(Lynda
Juall,2005)
TANDA-TANDA
GEJALA
Batasan
Karakteristik Mayor (Harus terdapat)
·
Ketidakcukupan masukan cairan per oral
·
Keseimbangan negatif antara masukan dan
haluaran
·
Penurunan berat badan
·
Kulit/membran mukosa kering
Batasan
Karakteristik Minor (Mungkin terdapat)
·
Peningkatan natrium serum
·
Penurunan haluaran urine atau haluaran
urine berlebihan
·
Urine memekat atau berlebih
·
Penurunan turgor kulit
·
Haus/mual/anoreksia
(Lynda
Juall,2005)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.Elektrolit
serum
Pemeriksaan kadar
elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan
keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium
kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan
HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah
proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai
HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun
menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan
perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi
pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3.
Ph Urine
Menunjukan tingkat
keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 –
8
Pada kondisi oksidasi
metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar
bikarbonat dalam darah)
4.Berat
Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di
pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine
tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine
rendah :stadium terminal,nefritis
(perry potter,2005)
PENATALAKSANAAN
a)
Pemberian cairan intravena untuk yang
kehilangan cairan akut atau berat
b)
Frekuensi pemberian cairan yang di
dasarkan keparahan,kekurangan,dan respon pasien terhadap penggantian cairan
c)
mobilisasi cairan dengan memposisikan
pasien pada posisi terlentang
d)
pengkajian masalah yang berat seperti
edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas dan warna kulit.
KRITERIA
HASIL
a)
Berat jenis urine di tingkatkan
b)
Klien memiliki membran mukosa yang
lembab
c)
Meningkatkan masukan cairan minimal 2000
ml (kecuali bila kontra indikasi)
d)
Menceritakan perlunya untuk meningkatkan
masukan cairan selama stres atau panas
e)
Mempertahankan berat jenis urine dalam batas normal
f)
Memperlihatkan tidak adanya tanda dan
gejala dehidrasi
|
NO
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1
|
Kaji tanda-tanda
vital
·
Catat perubahan tekanan darah
·
Takikardi
·
Demam
·
Turgor kulit
·
Kelembapan membran mukosa
|
Untuk mengetahui keadaan
umum klien
|
|
2
|
Kaji dan ukur intake
dan output sejumlah kecil asupan cairan yang mengandung elektrolit ukur
jumlah muntah
|
Menelan cairan yang
sedikit dapat mencegah rasa ingin muntah yang lebih lanjut. Cairan yang mengandung
eletrolit mencegah kehilangan cairan lebih lanjut
|
|
3
|
Pemberian makanan dan
minuman yang cukup sesuai kebutuhan
|
Memenuhi kebutuhan
cairan dalam tubuh
|
|
4
|
Balik dengan
sering,masase kulit, dan lindungi tonjolan tulang
|
Jaringan rentan
terhadap kerusakan karena vasokontriksi dan peningkatan kerapuhan seluler
|
|
5
|
Anjurkan untuk
mengurangi garam dan terapkan diit yang tepat
|
Untuk mrngajarkan
pada klien agar tidak terjadi hiprvolemia
|
|
6
|
Kaji identifikasi
pengobatan penyebab dasar
|
Rujuk pada daftar faktor
predisposisi/pemberat
|
|
7
|
Kolaborasi dengan
dokter pemberian larutan rlektrolit isotonis seperti linger laktat atau Nacl
yang sering digunakan
|
Untuk menggantikan
cairan yang hilang
|
(Doengoes,edisi
3;Perry Potter,2005)
0 komentar :
Posting Komentar