Jumat, 12 Januari 2018
Rabu, 20 Desember 2017
Dengue Haemoragic Fever
- Asuhan
Keperawatan pada Dengue Haemoragic Fever
1. Pengkajian Fokus
Pengkajian fokus
pada DHF (Dengue Haemoragic Fever)
adalah yang pertama mengkaji riwayat keperawatan, apakah klien pernah di rawat
sebelumnya dengan penyakit yang sama. Kemudian kaji adanya peningkatan suhu
tubuh seperti adanya peningkatan yang drastis, suhu tubuh yang ekstrim yaitu
39-400 C, kaji adanya tanda tanda perdarahan, seperti perdarahan
bawah kulit (petekie), epistaksis dan juga melena pada anak yang menderita DHF (Dengue Haemoragic Fever).
Pada nutrisi
adalah kaji adanya mual dan muntah, tidak nafsu makan pada pasien. Pada
pengkajian nyeri juga kaji nyeri pada pasien, provokatif, Quality, Region,
Scale dan juga Time dari nyeri yang di rasakan oleh pasien, nyeri yang
dirasakan pasien DHF biasanya dirasakan di ulu hati, kemudian kaji adanya nyeri
pada otot dan sendi. Kaji juga adanya tanda tanda renjatan (denyut nadi cepat
dan dapat pula lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab, terutama pada
ekstremitas, terjadi sianosis tidak pada tubuh pasien, adanya gelisah dan
penurunan kesadaran (Suriadi, 2006 ).
a.
Identitas Pasien
Nama, umur (pada
DHF, semua golongan umur dapat terserang DHF, meskipun berumur berapa hari
setelah lahir), jenis kelamin (Sejauh ini tidak ditemukan perbedaan kerentanan
terhadap serangan demam berdarah dikaitkan dengan perbedaan jenis kelamin),
alamat, pendidikan, nama orang tua, pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang
tua.
b.
Keluhan utama
Alasan/ keluhan
yang menonjol pada pasien DHF untuk datang ke rumah sakit adalah panas tinggi
dan anak lemah.
c.
Riwayat penyakit sekarang
Didapatkan
adanya keluhan panas mendadak yang disertai mengigil dan saat demam kesadaran
composmentis. Turunya panas terjadi antara hari ke 3 dan ke 7, dan anak semakin
lemah, kadang- kadang disertai dengan keluhan batuk, pilek, nyeri telan, mual,
muntah, anorexia, diare/ konstipasi, sakit kepala, nyeri otot dan persendian,
nyeri ulu hati, dan pergerakan bola mata terasa pegal, serta adanya manifestasi
perdarahan pada kulit, gusi (grade III, IV). Melena, atau hematemesis.
d.
Riwayat penyakit yang pernah diderita
Penyakit apa saja yang pernah diderita, pada
DHF, anak bisa mengalami serangan ulang DHF dengan tipe virus yang lain.
e.
Riwayat Imunisasi
Apabila anak
mempunyai kekebalan yang baik, maka kemungkinan akan timbulnya komplikasi dapat
dihindarkan.
Pola Pengkajian Gordon
a.
Pola Manajemen kesehatan dan presepsi
kesehatan
Manajemen dari
keluarga untuk anak yang mengalami DHF (Dengue
Haemoragic Fever), bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tanda
dan gejala yang sedang dialami anak, bagaimana pencegahan dan penanganan yang
tepat, kemudian presepsi keluarga terhadap penyakit anaknya berat atau ringan,
perilaku apa saja yang memicu terjadinya penyakit DHF (Dengue Haemoragic Fever) karena sangat berpengaruh terhadap keputusan
yang di ambil untuk kesehatan anak.
b.
Pola Metabolik – Nutrisi
Status gizi dan
nutrisi anak yang menderita DHF (Dengue
Haemoragic Fever) dapat bervariasi. Semua anak dengan status gizi yang baik
maupun buruk dapat beresiko, apabila terdapat faktor predisposisinya. Anak yang
menderita DHF (Dengue Haemoragic Fever)
sering mengalami keluhan mual, muntah, nafsu makan menurun. Apabila kondisi
berlanjut dan tidak disertai dengan pemenuhan nutrisi yang mencukupi, maka anak
dapat mengalami penurunan berat badan sehingga status gizinya menjadi kurang.
c.
Pola Eliminasi
Eliminasi alvi (
buang air besar ) kadang- kadang anak mengalami diare ataupun konstipasi.
Sementara DHF (Dengue Haemoragic Fever)
pada Grade III- IV bisa terjadi melena. Eliminasi urin (buang air kecil) perlu
dikaji apakah sering terjadi hematuria.
d.
Pola Aktivitas- latihan
Kaji pasien
mengenai aktivitas kehidupan sehari- hari, keyakinan tentang latihan dan
olahraga, kemampuan untuk merawat diri sendiri, mandiri, bergantung, atau
ketergantungan, penggunaan alat bantu (kruk).
e.
Pola istirahat dan tidur
Tidur dan istirahat
anak sering mengalami kurang tidur karena mengalami, sakit atau nyeri otot dan
persendian sehingga kuantitas dan kualitas tidur maupun istirahatnya berkurang.
f.
Pola presepsi dan kognitif
Pada tingkat
pengetahuan termasuk dalam presepsi pasien dan juga keluarga pasien, faktor
pendidikan mengenai DHF (Dengue
Haemoragic Fever) sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang.
Semakin tinggi pendidikan seseorang maka wawasan yang dimilikinya akan semakin
luas sehingga pengetahuan juga akan meningkat, sebaliknya ibu akan mempersempit
wawasanya sehingga akan menurunkan tingkat pengetahuan terhadap masalah
kesehatan terutama untuk penyakit DHF (Dengue
Haemoragic Fever). Seseorang yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik
merasa takut akan penularan terhadap penyakit DHF (Dengue Haemoragic Fever).
g.
Konsep diri- presepsi diri
Mengkaji pasien
mengenai keadaan sosial (pekerjaan, situasi keluarga, kelompok sosial),
identitas personal (penjelasan tentang diri sendiri, kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki), keadaan fisik segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh yang
disukai dan tidak, perasaan mengenai diri sendiri, ancaman terhadap diri
sendiri (sakit, perubahan peran), riwayat berhubungan dengan masalah fisik dan
atau psikologi.
h.
Pola hubungan- peran
Mengkaji pasien
mengenai gambaran tentang peran berkaitan dengan keluarga dan teman, kepuasan
dan ketidakpuasan menjalankan peran, efek terhadap status kesehatan, pentingnya
keluarga, struktur dan dukungan keluarga, proses pengambilan keputusan
keluarga, struktur dan dukungan keluarga, proses pengambilan keputusan
keluarga, pola membesarkan anak, hubungan dengan orang lain, orang terdekat
dengan klien, data pemeriksaan fisik yang berkaitan.
i.
Pola reproduksi- seksualitas
Mengkaji pasien
mengenai masalah atau perhatian seksual, menstruasi, gambaran perilaku seksual
yang aman, pelukan, sentuhan dll), pengetahuan yang berhubungan dengan
seksualitas dan reproduksi, efek terhadap kesehatan, riwayat kesehatan yang
berhubungan dengan masalah fisik dan atau psikologi, data pemeriksaan fisik
yang berkaitan (KU, genetalia, payudara, rektum).
j.
Pola toleransi terhadap stress- koping
Mengkaji pasien
mengenai sifat pencetus stress yang dirasakan baru- baru ini, tingkat stress
yang dirasakan, gambaran respon umum dan khusus terhadap stress yang biasa
digunakan, pengetahuan dan penggunaan teknik manajemen stress, hubungan antara
manajemen stress dengan keluarga.
k.
Pola keyakinan nilai
Mengkaji latar
belakang budaya atau etnik, status ekonomi (perilaku kesehatan yang berkaitan
dengan kelompok budaya atau etnik), tujuan kehidupan bagi pasien, keyakinan
dalam budaya mitos dan kepercayaan.
(Ariani, 2016)
2. Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda
vital suhu meningkat, tekanan darah pada DHF (Dengue Haemoragic Fever) akan meningkat, sedangkan pada Dengue
Syok Syindrom (DSS) akan menurun, nadi pada DHF (Dengue Haemoragic Fever) takikardi, sedangkan pada DSS dapat cepat
dan lelah serta ada proses penyembuhan bradikardi, pernafasan dapat normal dan
meningkat, pada DSS cepat dan dangkal.
Pengkajian
sistem tubuh meliputi integumen adanya ruam, petekie, ekimosis, purpura,
hematom, hiperemi, sedangkan pada DSS dapat lembab, dingin, dan sianosis, pada
hidung, kuku, kaki, dan tangan. Pemeriksaan mata apakah konjungtiva, hyperemia,
lakrimasi, foto pobia. Sistem kardiovaskuler apakah DHF (Dengue Haemoragic Fever) dapat hipotensi dan hipertensi, takikardi
dan bradikardi. Abdomen adanya hepatomegali, splenomegali dan nyeri tekan
hepar, adanya nyeri sendi dan otot (Rita, 2006).
Selasa, 14 November 2017
KEJANG DEMAM
Konsep Dasar
Pengertian
Istilah kejang demam digunakan untuk bangkitan kejang yg timbul akibat kenaikan suhu tubuh. Kejang demam ialah bangkitan kejang yg terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal 38(C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (Hasan, 1995).
Banyak pernyataan yang dikemukakan mengenai kejang demam, salah satu diantaranya adalah : Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi pada umur 3 bulan sampai 5 tahun, berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu. Anak yang pernah kejang tanpa demam dan bayi berumur kurang dari 4 minggu tidak termasuk. Kejang demam harus dapat dibedakan dengan epilepsi, yaitu ditandai dengan kejang berulang tanpa demam (Mansjoer, 2000).
Anatomi Fisiologi Sistem Persarafan
Seperti yang dikemukakan Syaifuddin (1997), bahwa system saraf terdiri dari system saraf pusat (sentral nervous system) yang terdiri dari cerebellum, medulla oblongata dan pons (batang otak) serta medulla spinalis (sumsum tulang belakang), system saraf tepi (peripheral nervous system) yang terdiri dari nervus cranialis (saraf-saraf kepala) dan semua cabang dari medulla spinalis, system saraf gaib (autonomic nervous system) yang terdiri dari sympatis (sistem saraf simpatis) dan parasymphatis (sistem saraf parasimpatis).
Otak berada di dalam rongga tengkorak (cavum cranium) dan dibungkus oleh selaput otak yang disebut meningen yang berfungsi untuk melindungi struktur saraf terutama terhadap resiko benturan atau guncangan. Meningen terdiri dari 3 lapisan yaitu duramater, arachnoid dan piamater.
Sistem saraf pusat (Central Nervous System) terdiri dari :
Cerebrum (otak besar)
Merupakan bagian terbesar yang mengisi daerah anterior dan superior rongga tengkorak di mana cerebrum ini mengisi cavum cranialis anterior dan cavum cranialis media.
Cerebrum terdiri dari dua lapisan yaitu : Corteks cerebri dan medulla cerebri. Fungsi dari cerebrum ialah pusat motorik, pusat bicara, pusat sensorik, pusat pendengaran / auditorik, pusat penglihatan / visual, pusat pengecap dan pembau serta pusat pemikiran.
Sebagian kecil substansia gressia masuk ke dalam daerah substansia alba sehingga tidak berada di corteks cerebri lagi tepi sudah berada di dalam daerah medulla cerebri. Pada setiap hemisfer cerebri inilah yang disebut sebagai ganglia basalis.
Yang termasuk pada ganglia basalis ini adalah :
Thalamus
Menerima semua impuls sensorik dari seluruh tubuh, kecuali impuls pembau yang langsung sampai ke kortex cerebri. Fungsi thalamus terutama penting untuk integrasi semua impuls sensorik. Thalamus juga merupakan pusat panas dan rasa nyeri.
Hypothalamus
Terletak di inferior thalamus, di dasar ventrikel III hypothalamus terdiri dari beberapa nukleus yang masing-masing mempunyai kegiatan fisiologi yang berbeda. Hypothalamus merupakan daerah penting untuk mengatur fungsi alat demam seperti mengatur metabolisme, alat genital, tidur dan bangun, suhu tubuh, rasa lapar dan haus, saraf otonom dan sebagainya. Bila terjadi gangguan pada tubuh, maka akan terjadi perubahan-perubahan. Seperti pada kasus kejang demam, hypothalamus berperan penting dalam proses tersebut karena fungsinya yang mengatur keseimbangan suhu tubuh terganggu akibat adanya proses-proses patologik ekstrakranium.
Formation Reticularis
Terletak di inferior dari hypothalamus sampai daerah batang otak (superior dan pons varoli) ia berperan untuk mempengaruhi aktifitas cortex cerebri di mana pada daerah formatio reticularis ini terjadi stimulasi / rangsangan dan penekanan impuls yang akan dikirim ke cortex cerebri.
Serebellum
Merupakan bagian terbesar dari otak belakang yang menempati fossa cranial posterior. Terletak di superior dan inferior dari cerebrum yang berfungsi sebagai pusat koordinasi kontraksi otot rangka.
System saraf tepi (nervus cranialis) adalah saraf yang langsung keluar dari otak atau batang otak dan mensarafi organ tertentu. Nervus cranialis ada 12 pasa
Senin, 19 Oktober 2015
7 Orang Dengan IQ Tertinggi di Dunia.
1.WILLIAM JAMES SIDIS
Bukan Einstein, Thomas Alva Edison tidak. Tapi itu adalah William James Sidis. Pria warga negara Amerika Serikat yang menjadi manusia paling jenius di dunia. Mengapa ia dikenal ke seluruh dunia? Orang ini terlalu pintar. Hanya 11 tahun, ia telah memasuki Universitas. Dia menjadi mahasiswa termudadi Harvard University. Sepanjang hidupnya, Sidis telah menguasai 200 bahasa di dunia. Bahkan, ia hafal semacam bahasa secara keseluruhan hanya dalam 1 hari. Kecerdasanyang luar biasa membuatnya gila. Dia tidak punya teman atau pacar. Bahkan ia meninggalkan rumah, meninggalkan keluarganya dan pengasingan. Dia meninggal pada usia 46 tahun dalam keadaan menganggur, terasing, dan sangat miskin. Dengan IQ lebih dari 250 ia menjadi orang paling jenius.
2.KIM UNG YONG
Satu-satunya orang paling jenius yang masihhidup hari ini. Kim Ung Yong berada di peringkat kedua sebagai orang paling jeniusdi dunia. Tercatat dalam Guinness Book Of Records sebagai pemilik IQ tertinggi di dunia saat ini, IQ 210. Dia adalah warga negara Korea. Mungkin, ia terlahir ke dunia sebagai bayi ajaib. Kim Kecil yang berusia 3 tahun, sudah bisa baca-tulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang, dan Jerman). Pada usia 7 tahun, Kim diundang ke Amerika Serikat oleh NASA. Ia menyelesaikan ProfesorPh.D di Colorado State University sebelum usia 16 tahun. Kembali ke Korea ia mendapatkan gelar doktor di bidang teknik sipil. Sekarang dia bekerja untuk NASA.
3.CHRISTOPHER LANGAN
Christopher Michael Langan peringkat ketigasebagai orang paling jenius di dunia versi Guinness buku catatan. Warga negara Amerika Serikat yang berada di daftar nomor 2 buku Guinness of Records dengan IQ 195.
4.SIR ISAAC NEWTON
Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuwan yang berada di peringkat keempat sebagai orang paling jenius di dunia. Para ilmuwan yang menyimpulkan hukum Gravitasi. Ini terkenal dengan pohon apel itu. Seorang fisikawan, matematikawan, filsuf alam, astronom, dan teolog yang berasal dari Inggris. Newton memiliki IQ 190.
5.MARILYN VOS SAVANT
Marilyn Vos Savant menduduki peringkat kelima sebagai orang paling jenius di dunia. Seorang penulis dari Amerika Serikat. Terdaftar sebagai pemilik IQ 3 tertinggi di Guinness Book of Record saat ini. Dengan IQ lebih dari 186.
6.LEONARDO DA VINCI
Siapa yang tak kenal Leonardo Da Vinci? Seniman terkenal dari Italia adalah peringkatkeenam sebagai orang paling jenius di dunia. Tapi lebih banyak menghabiskan hidupnya di Perancis. Karya-karya paling terkenal dari Da Vinci Mona Lisa adalah lukisan. Da Vinci memiliki IQ 180.
7.JOHANN WOLFGANG VON GOETHE
Johann Wolfgang von Goethe menempati peringkat ketujuh orang jenius paling Guinness Book of Records. Seorang ilmuwandan penulis dari Jerman. Goethe adalah tokoh dunia yang paling penting dalam sastra Jerman. Ia memiliki IQ 179.
1.WILLIAM JAMES SIDIS
Bukan Einstein, Thomas Alva Edison tidak. Tapi itu adalah William James Sidis. Pria warga negara Amerika Serikat yang menjadi manusia paling jenius di dunia. Mengapa ia dikenal ke seluruh dunia? Orang ini terlalu pintar. Hanya 11 tahun, ia telah memasuki Universitas. Dia menjadi mahasiswa termudadi Harvard University. Sepanjang hidupnya, Sidis telah menguasai 200 bahasa di dunia. Bahkan, ia hafal semacam bahasa secara keseluruhan hanya dalam 1 hari. Kecerdasanyang luar biasa membuatnya gila. Dia tidak punya teman atau pacar. Bahkan ia meninggalkan rumah, meninggalkan keluarganya dan pengasingan. Dia meninggal pada usia 46 tahun dalam keadaan menganggur, terasing, dan sangat miskin. Dengan IQ lebih dari 250 ia menjadi orang paling jenius.
2.KIM UNG YONG
Satu-satunya orang paling jenius yang masihhidup hari ini. Kim Ung Yong berada di peringkat kedua sebagai orang paling jeniusdi dunia. Tercatat dalam Guinness Book Of Records sebagai pemilik IQ tertinggi di dunia saat ini, IQ 210. Dia adalah warga negara Korea. Mungkin, ia terlahir ke dunia sebagai bayi ajaib. Kim Kecil yang berusia 3 tahun, sudah bisa baca-tulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang, dan Jerman). Pada usia 7 tahun, Kim diundang ke Amerika Serikat oleh NASA. Ia menyelesaikan ProfesorPh.D di Colorado State University sebelum usia 16 tahun. Kembali ke Korea ia mendapatkan gelar doktor di bidang teknik sipil. Sekarang dia bekerja untuk NASA.
3.CHRISTOPHER LANGAN
Christopher Michael Langan peringkat ketigasebagai orang paling jenius di dunia versi Guinness buku catatan. Warga negara Amerika Serikat yang berada di daftar nomor 2 buku Guinness of Records dengan IQ 195.
4.SIR ISAAC NEWTON
Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuwan yang berada di peringkat keempat sebagai orang paling jenius di dunia. Para ilmuwan yang menyimpulkan hukum Gravitasi. Ini terkenal dengan pohon apel itu. Seorang fisikawan, matematikawan, filsuf alam, astronom, dan teolog yang berasal dari Inggris. Newton memiliki IQ 190.
5.MARILYN VOS SAVANT
Marilyn Vos Savant menduduki peringkat kelima sebagai orang paling jenius di dunia. Seorang penulis dari Amerika Serikat. Terdaftar sebagai pemilik IQ 3 tertinggi di Guinness Book of Record saat ini. Dengan IQ lebih dari 186.
6.LEONARDO DA VINCI
Siapa yang tak kenal Leonardo Da Vinci? Seniman terkenal dari Italia adalah peringkatkeenam sebagai orang paling jenius di dunia. Tapi lebih banyak menghabiskan hidupnya di Perancis. Karya-karya paling terkenal dari Da Vinci Mona Lisa adalah lukisan. Da Vinci memiliki IQ 180.
7.JOHANN WOLFGANG VON GOETHE
Johann Wolfgang von Goethe menempati peringkat ketujuh orang jenius paling Guinness Book of Records. Seorang ilmuwandan penulis dari Jerman. Goethe adalah tokoh dunia yang paling penting dalam sastra Jerman. Ia memiliki IQ 179.
Jumat, 22 Mei 2015
ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CAIRAN
KELEBIHAN
VOLUME CAIRAN DAN ELEKTROLIT
DEFINISI
Keadaan di mana seorang
individu mengalami atau beresiko mengalami kelebihan cairan intraseluler atau
intrestisial.
ETIOLOGI
FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan
gangguan mekanisme regulator sekunder terhadap gagal ginjal, akut atau kronis.
Berhubungan dengan
peningkatan preload, penurunan kontraktilitas, dan penurunan curah jantung
sekunder terhadap :
·
Infark miokard
·
Gagal jantung kongesif
·
Gagal ventrikel kiri
·
Penyakit katup
·
Takikardia/aritmia
Berhubungan dengan
hipertensi porta, tekanan osmotik koloid plasma rendah, dan retensi narium
sekunder terhadap :
·
Pnyakit hepar
·
Sirosis
·
Asites
·
Kanker
Berhubungan dengan
kerusakan arus balik vena sekunder terhadap :
·
Varikose vena
·
Penyakit vaskular perifer
·
Trombus
·
Feblitis kronis
·
Imobilitas
Tindakan yang Berhubungan
Yang berhubungan dengan
retensi natrium dan air sekunder terhadap terapi kortikosteroid
Situasional
(Personal,
Lingkungan)
Berhubungan dengan
kelebihan masukan natrium/masukan cairan
Berhubungan dengan
rendahnya masukan protein :
·
Diet lemak
·
Malnutrisi
Berhubungan dengan
venostasis/pengumpulan venosa sekunder terhadap :
·
Imobilitas
·
Bidai atau balutan yang kuat
·
Berdiri atau duduk dalam waktu yang lama
Berhubungan dengan
kompresi vena oleh uterusyang hamil
Berhubungan dengan
drainase limfatik yang tidak adekuat sekunder terhadap mastektomi
Maturasional
Lansia
Berhubungan dengan
kerusakan arus balik vena sekunder terhadap peningkatan resisten perifer dan
penurunan efisiensi katup
TANDA-TANDA
GEJALA
Kriteria
Mayor (Harus terdapat)
·
Edema
·
Kulit menegang, mengkilap
Kriteria
Minor (Mungkin terdapat)
·
Masukan lebih banyak daripada keluaran
·
Sesak napas
·
Kenaikan berat badan
(Lynda Juall,2005)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.Elektrolit
serum
Pemeriksaan kadar
elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan
keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium
kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan
HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah
proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai
HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun
menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan
perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi
pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3.
Ph Urine
Menunjukan tingkat
keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 –
8
Pada kondisi oksidasi
metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar
bikarbonat dalam darah)
4.Berat
Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di
pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine
tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine
rendah :stadium terminal,nefritis
(perry
potter,2005)
PENATALAKSANAAN
1. Pemberian
deuretik jika pembatasan diet natrium tidak cukup untuk mengurangi edema dengan
mencegah reabsorbsi natrium dan air oleh ginjal.
2. Pengkajian
masalah yang berat seperti edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas
dan warna kulit.
3. Infus
berhenti bila pemberian cairan natrium berlebihan
KRITERIA
HASIL
Individu akan :
·
Mengungkapkan faktor-faktor penyebab dan
metode-metode pencegahan edema
·
Memperlihatkan penurunan edema perifer
dan sakral
|
NO
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1
|
Kaji tanda-tanda
vital :
·
Catat perubahan Tekanan Darah
·
Demam
·
Turgor kulit
·
Kelembapan membran mukosa
|
Mengetahui keadaan
umum klien
|
|
2
|
Kaji adanya/lokasi
pembentukan edema
|
Edema mungkin umum
atau lokal pada area dependen. Pasien lansia dapat mengalami edema dependen
dengan kelebihan cairan yang lebih kecil
|
|
3
|
Tentukan pola makan
pada klien dan tentukan diet
|
Agar asupan makanan
pada pasien tetap terjaga
|
|
4
|
Anjurkan untuk
mengurangi garam dan terapkan diet
yang tepat
|
Untuk mengajarkan
kepada klien agar tidak terjadi hipervolemia
|
|
5
|
Bantu dengan
identifikasi/pengobatan penyebab dasar
|
Rujuk pada faktor
predisposisi/pemberat
|
(Doengoes,edisi
3;Perry Potter,2005)
KEKURANGAN VOLUME
CAIRAN DAN ELEKTROLIT
DEFINISI
Keadaan di mana seorang
individu yang tidak menjalani puasa mengalami atau beresiko mengalami dehidrasi
vaskular, intertisial atau intravaskular
ETIOLOGI
FAKTOR-FAKTOR
YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan
haluaran urine yang berlebihan
Diabetes tak terkontrol
Diabetes insipidus
(ketidakadekuatan hormon diuretik)
Berhubungan dengan
peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan dengan jalan evaporatif karena
luka bakar
Berhubungan dengan
kehilangan sekunder akibat:
Demam atau peningkatan
laju metabolik
Drainase abnormal
(misalnya luka,mensis yang berlebihan)
Peritonitis
Diare
Situasional
(personal, lingkungan)
Berhubungan dengan
muntah /mual
Berhubungan dengan
menurunnya motivasi untuk minum cairan sekunder akibat depresi atau keletihan
Berhubungan dengan masalah
diet atau puasa
Berhubngan dengan
makanan melalui selang dengan pelarut tinggi
Berhubungan dengan
kesuitan menelan atau makan sendiri sekunder akibat nyeri mulut,keletihan
Berhubungan dengan
panas atau sinar matahari yang berlebihan,kekeringan
Berhubungan dengan
kehilngan berlebihan melalui kateter menetap atau drein
Berhubungan dengan
ketidakcukupan cairan untuk upaya olahraga atau kondisi cuaca
Berhubungan dengan
penggunaan laksatif,enema diuretik,alkohol yang berlebihan
Maturasional
Bayi atau anak
Berhubungan dengan
peningkatan kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan
penurunan kemampuan untuk memekatkan urine
Lansia
Berhubungan dengan
kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan penurunan sensasi
haus
(Lynda
Juall,2005)
TANDA-TANDA
GEJALA
Batasan
Karakteristik Mayor (Harus terdapat)
·
Ketidakcukupan masukan cairan per oral
·
Keseimbangan negatif antara masukan dan
haluaran
·
Penurunan berat badan
·
Kulit/membran mukosa kering
Batasan
Karakteristik Minor (Mungkin terdapat)
·
Peningkatan natrium serum
·
Penurunan haluaran urine atau haluaran
urine berlebihan
·
Urine memekat atau berlebih
·
Penurunan turgor kulit
·
Haus/mual/anoreksia
(Lynda
Juall,2005)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
1.Elektrolit
serum
Pemeriksaan kadar
elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan
keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium
kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan
HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah
proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai
HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun
menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan
perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi
pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3.
Ph Urine
Menunjukan tingkat
keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 –
8
Pada kondisi oksidasi
metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar
bikarbonat dalam darah)
4.Berat
Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di
pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine
tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine
rendah :stadium terminal,nefritis
(perry potter,2005)
PENATALAKSANAAN
a)
Pemberian cairan intravena untuk yang
kehilangan cairan akut atau berat
b)
Frekuensi pemberian cairan yang di
dasarkan keparahan,kekurangan,dan respon pasien terhadap penggantian cairan
c)
mobilisasi cairan dengan memposisikan
pasien pada posisi terlentang
d)
pengkajian masalah yang berat seperti
edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas dan warna kulit.
KRITERIA
HASIL
a)
Berat jenis urine di tingkatkan
b)
Klien memiliki membran mukosa yang
lembab
c)
Meningkatkan masukan cairan minimal 2000
ml (kecuali bila kontra indikasi)
d)
Menceritakan perlunya untuk meningkatkan
masukan cairan selama stres atau panas
e)
Mempertahankan berat jenis urine dalam batas normal
f)
Memperlihatkan tidak adanya tanda dan
gejala dehidrasi
|
NO
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
1
|
Kaji tanda-tanda
vital
·
Catat perubahan tekanan darah
·
Takikardi
·
Demam
·
Turgor kulit
·
Kelembapan membran mukosa
|
Untuk mengetahui keadaan
umum klien
|
|
2
|
Kaji dan ukur intake
dan output sejumlah kecil asupan cairan yang mengandung elektrolit ukur
jumlah muntah
|
Menelan cairan yang
sedikit dapat mencegah rasa ingin muntah yang lebih lanjut. Cairan yang mengandung
eletrolit mencegah kehilangan cairan lebih lanjut
|
|
3
|
Pemberian makanan dan
minuman yang cukup sesuai kebutuhan
|
Memenuhi kebutuhan
cairan dalam tubuh
|
|
4
|
Balik dengan
sering,masase kulit, dan lindungi tonjolan tulang
|
Jaringan rentan
terhadap kerusakan karena vasokontriksi dan peningkatan kerapuhan seluler
|
|
5
|
Anjurkan untuk
mengurangi garam dan terapkan diit yang tepat
|
Untuk mrngajarkan
pada klien agar tidak terjadi hiprvolemia
|
|
6
|
Kaji identifikasi
pengobatan penyebab dasar
|
Rujuk pada daftar faktor
predisposisi/pemberat
|
|
7
|
Kolaborasi dengan
dokter pemberian larutan rlektrolit isotonis seperti linger laktat atau Nacl
yang sering digunakan
|
Untuk menggantikan
cairan yang hilang
|
(Doengoes,edisi
3;Perry Potter,2005)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)