topbella

Jumat, 12 Januari 2018

https://docs.google.com/document/d/1K5fBDETvy7Hz6vTP-pbButTJAwK7oshV6YugZqdv3KY/edit?usp=sharing

Rabu, 20 Desember 2017

Dengue Haemoragic Fever

  1. Asuhan Keperawatan pada Dengue Haemoragic Fever
1.      Pengkajian Fokus
Pengkajian fokus pada DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah yang pertama mengkaji riwayat keperawatan, apakah klien pernah di rawat sebelumnya dengan penyakit yang sama. Kemudian kaji adanya peningkatan suhu tubuh seperti adanya peningkatan yang drastis, suhu tubuh yang ekstrim yaitu 39-400 C, kaji adanya tanda tanda perdarahan, seperti perdarahan bawah kulit (petekie), epistaksis dan juga melena pada anak yang menderita DHF (Dengue Haemoragic Fever).
Pada nutrisi adalah kaji adanya mual dan muntah, tidak nafsu makan pada pasien. Pada pengkajian nyeri juga kaji nyeri pada pasien, provokatif, Quality, Region, Scale dan juga Time dari nyeri yang di rasakan oleh pasien, nyeri yang dirasakan pasien DHF biasanya dirasakan di ulu hati, kemudian kaji adanya nyeri pada otot dan sendi. Kaji juga adanya tanda tanda renjatan (denyut nadi cepat dan dapat pula lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab, terutama pada ekstremitas, terjadi sianosis tidak pada tubuh pasien, adanya gelisah dan penurunan kesadaran (Suriadi, 2006 ). 
a.       Identitas Pasien
Nama, umur (pada DHF, semua golongan umur dapat terserang DHF, meskipun berumur berapa hari setelah lahir), jenis kelamin (Sejauh ini tidak ditemukan perbedaan kerentanan terhadap serangan demam berdarah dikaitkan dengan perbedaan jenis kelamin), alamat, pendidikan, nama orang tua, pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua.
b.      Keluhan utama
Alasan/ keluhan yang menonjol pada pasien DHF untuk datang ke rumah sakit adalah panas tinggi dan anak lemah.
c.       Riwayat penyakit sekarang
Didapatkan adanya keluhan panas mendadak yang disertai mengigil dan saat demam kesadaran composmentis. Turunya panas terjadi antara hari ke 3 dan ke 7, dan anak semakin lemah, kadang- kadang disertai dengan keluhan batuk, pilek, nyeri telan, mual, muntah, anorexia, diare/ konstipasi, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, nyeri ulu hati, dan pergerakan bola mata terasa pegal, serta adanya manifestasi perdarahan pada kulit, gusi (grade III, IV). Melena, atau hematemesis.
d.      Riwayat penyakit yang pernah diderita
 Penyakit apa saja yang pernah diderita, pada DHF, anak bisa mengalami serangan ulang DHF dengan tipe virus yang lain.
e.       Riwayat Imunisasi
Apabila anak mempunyai kekebalan yang baik, maka kemungkinan akan timbulnya komplikasi dapat dihindarkan.
Pola Pengkajian Gordon
a.       Pola Manajemen kesehatan dan presepsi kesehatan
Manajemen dari keluarga untuk anak yang mengalami DHF (Dengue Haemoragic Fever), bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi tanda dan gejala yang sedang dialami anak, bagaimana pencegahan dan penanganan yang tepat, kemudian presepsi keluarga terhadap penyakit anaknya berat atau ringan, perilaku apa saja yang memicu terjadinya penyakit DHF (Dengue Haemoragic Fever) karena sangat berpengaruh terhadap keputusan yang di ambil untuk kesehatan anak.
b.      Pola Metabolik – Nutrisi
Status gizi dan nutrisi anak yang menderita DHF (Dengue Haemoragic Fever) dapat bervariasi. Semua anak dengan status gizi yang baik maupun buruk dapat beresiko, apabila terdapat faktor predisposisinya. Anak yang menderita DHF (Dengue Haemoragic Fever) sering mengalami keluhan mual, muntah, nafsu makan menurun. Apabila kondisi berlanjut dan tidak disertai dengan pemenuhan nutrisi yang mencukupi, maka anak dapat mengalami penurunan berat badan sehingga status gizinya menjadi kurang.
c.       Pola Eliminasi
Eliminasi alvi ( buang air besar ) kadang- kadang anak mengalami diare ataupun konstipasi. Sementara DHF (Dengue Haemoragic Fever) pada Grade III- IV bisa terjadi melena. Eliminasi urin (buang air kecil) perlu dikaji apakah sering terjadi hematuria.
d.      Pola Aktivitas- latihan
Kaji pasien mengenai aktivitas kehidupan sehari- hari, keyakinan tentang latihan dan olahraga, kemampuan untuk merawat diri sendiri, mandiri, bergantung, atau ketergantungan, penggunaan alat bantu (kruk).
e.       Pola istirahat dan tidur
Tidur dan istirahat anak sering mengalami kurang tidur karena mengalami, sakit atau nyeri otot dan persendian sehingga kuantitas dan kualitas tidur maupun istirahatnya berkurang.
f.       Pola presepsi dan kognitif
Pada tingkat pengetahuan termasuk dalam presepsi pasien dan juga keluarga pasien, faktor pendidikan mengenai DHF (Dengue Haemoragic Fever) sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka wawasan yang dimilikinya akan semakin luas sehingga pengetahuan juga akan meningkat, sebaliknya ibu akan mempersempit wawasanya sehingga akan menurunkan tingkat pengetahuan terhadap masalah kesehatan terutama untuk penyakit DHF (Dengue Haemoragic Fever). Seseorang yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik merasa takut akan penularan terhadap penyakit DHF (Dengue Haemoragic Fever).
g.      Konsep diri- presepsi diri
Mengkaji pasien mengenai keadaan sosial (pekerjaan, situasi keluarga, kelompok sosial), identitas personal (penjelasan tentang diri sendiri, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki), keadaan fisik segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh yang disukai dan tidak, perasaan mengenai diri sendiri, ancaman terhadap diri sendiri (sakit, perubahan peran), riwayat berhubungan dengan masalah fisik dan atau psikologi.
h.      Pola hubungan- peran
Mengkaji pasien mengenai gambaran tentang peran berkaitan dengan keluarga dan teman, kepuasan dan ketidakpuasan menjalankan peran, efek terhadap status kesehatan, pentingnya keluarga, struktur dan dukungan keluarga, proses pengambilan keputusan keluarga, struktur dan dukungan keluarga, proses pengambilan keputusan keluarga, pola membesarkan anak, hubungan dengan orang lain, orang terdekat dengan klien, data pemeriksaan fisik yang berkaitan.
i.        Pola reproduksi- seksualitas
Mengkaji pasien mengenai masalah atau perhatian seksual, menstruasi, gambaran perilaku seksual yang aman, pelukan, sentuhan dll), pengetahuan yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi, efek terhadap kesehatan, riwayat kesehatan yang berhubungan dengan masalah fisik dan atau psikologi, data pemeriksaan fisik yang berkaitan (KU, genetalia, payudara, rektum).
j.        Pola toleransi terhadap stress- koping
Mengkaji pasien mengenai sifat pencetus stress yang dirasakan baru- baru ini, tingkat stress yang dirasakan, gambaran respon umum dan khusus terhadap stress yang biasa digunakan, pengetahuan dan penggunaan teknik manajemen stress, hubungan antara manajemen stress dengan keluarga.
k.      Pola keyakinan nilai
Mengkaji latar belakang budaya atau etnik, status ekonomi (perilaku kesehatan yang berkaitan dengan kelompok budaya atau etnik), tujuan kehidupan bagi pasien, keyakinan dalam budaya mitos dan kepercayaan.
(Ariani, 2016)

2.      Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda vital suhu meningkat, tekanan darah pada DHF (Dengue Haemoragic Fever) akan meningkat, sedangkan pada Dengue Syok Syindrom (DSS) akan menurun, nadi pada DHF (Dengue Haemoragic Fever) takikardi, sedangkan pada DSS dapat cepat dan lelah serta ada proses penyembuhan bradikardi, pernafasan dapat normal dan meningkat, pada DSS cepat dan dangkal.

Pengkajian sistem tubuh meliputi integumen adanya ruam, petekie, ekimosis, purpura, hematom, hiperemi, sedangkan pada DSS dapat lembab, dingin, dan sianosis, pada hidung, kuku, kaki, dan tangan. Pemeriksaan mata apakah konjungtiva, hyperemia, lakrimasi, foto pobia. Sistem kardiovaskuler apakah DHF (Dengue Haemoragic Fever) dapat hipotensi dan hipertensi, takikardi dan bradikardi. Abdomen adanya hepatomegali, splenomegali dan nyeri tekan hepar, adanya nyeri sendi dan otot (Rita, 2006).

Selasa, 14 November 2017


KEJANG DEMAM

Konsep Dasar
Pengertian
       Istilah kejang demam digunakan untuk bangkitan kejang yg timbul akibat kenaikan suhu tubuh. Kejang demam ialah bangkitan kejang yg terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal 38(C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (Hasan, 1995).
Banyak pernyataan yang dikemukakan mengenai kejang demam, salah satu diantaranya adalah : Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi pada umur 3 bulan sampai 5 tahun, berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu. Anak yang pernah kejang tanpa demam dan bayi berumur kurang dari 4 minggu tidak termasuk. Kejang demam harus dapat dibedakan dengan epilepsi, yaitu ditandai dengan kejang berulang tanpa demam (Mansjoer, 2000).

Anatomi Fisiologi Sistem Persarafan
       Seperti yang dikemukakan Syaifuddin (1997), bahwa system saraf terdiri dari system saraf pusat (sentral nervous system) yang terdiri dari cerebellum, medulla oblongata dan pons (batang otak) serta medulla spinalis (sumsum tulang belakang), system saraf tepi (peripheral nervous system) yang terdiri dari nervus cranialis (saraf-saraf kepala) dan semua cabang dari medulla spinalis, system saraf gaib (autonomic nervous system) yang terdiri dari sympatis (sistem saraf simpatis) dan parasymphatis (sistem saraf parasimpatis).
Otak berada di dalam rongga tengkorak (cavum cranium) dan dibungkus oleh selaput otak yang disebut meningen yang berfungsi untuk melindungi struktur saraf terutama terhadap resiko benturan atau guncangan. Meningen terdiri dari 3 lapisan yaitu duramater, arachnoid dan piamater.
Sistem saraf pusat (Central Nervous System) terdiri dari :
Cerebrum (otak besar)
Merupakan bagian terbesar yang mengisi daerah anterior dan superior rongga tengkorak di mana cerebrum ini mengisi cavum cranialis anterior dan cavum cranialis media.
Cerebrum terdiri dari dua lapisan yaitu : Corteks cerebri dan medulla cerebri. Fungsi dari cerebrum ialah pusat motorik, pusat bicara, pusat sensorik, pusat pendengaran / auditorik, pusat penglihatan / visual, pusat pengecap dan pembau serta pusat pemikiran.
Sebagian kecil substansia gressia masuk ke dalam daerah substansia alba sehingga tidak berada di corteks cerebri lagi tepi sudah berada di dalam daerah medulla cerebri. Pada setiap hemisfer cerebri inilah yang disebut sebagai ganglia basalis.
Yang termasuk pada ganglia basalis ini adalah :
Thalamus
Menerima semua impuls sensorik dari seluruh tubuh, kecuali impuls pembau yang langsung sampai ke kortex cerebri. Fungsi thalamus terutama penting untuk integrasi semua impuls sensorik. Thalamus juga merupakan pusat panas dan rasa nyeri.
Hypothalamus
Terletak di inferior thalamus, di dasar ventrikel III hypothalamus terdiri dari beberapa nukleus yang masing-masing mempunyai kegiatan fisiologi yang berbeda. Hypothalamus merupakan daerah penting untuk mengatur fungsi alat demam seperti mengatur metabolisme, alat genital, tidur dan bangun, suhu tubuh, rasa lapar dan haus, saraf otonom dan sebagainya. Bila terjadi gangguan pada tubuh, maka akan terjadi perubahan-perubahan. Seperti pada kasus kejang demam, hypothalamus berperan penting dalam proses tersebut karena fungsinya yang mengatur keseimbangan suhu tubuh terganggu akibat adanya proses-proses patologik ekstrakranium.
Formation Reticularis
Terletak di inferior dari hypothalamus sampai daerah batang otak (superior dan pons varoli) ia berperan untuk mempengaruhi aktifitas cortex cerebri di mana pada daerah formatio reticularis ini terjadi stimulasi / rangsangan dan penekanan impuls yang akan dikirim ke cortex cerebri.
Serebellum
Merupakan bagian terbesar dari otak belakang yang menempati fossa cranial posterior. Terletak di superior dan inferior dari cerebrum yang berfungsi sebagai pusat koordinasi kontraksi otot rangka.
System saraf tepi (nervus cranialis) adalah saraf yang langsung keluar dari otak atau batang otak dan mensarafi organ tertentu. Nervus cranialis ada 12 pasa

Senin, 19 Oktober 2015

7 Orang Dengan IQ Tertinggi di Dunia.
1.WILLIAM JAMES SIDIS
Bukan Einstein, Thomas Alva Edison tidak. Tapi itu adalah William James Sidis. Pria warga negara Amerika Serikat yang menjadi manusia paling jenius di dunia. Mengapa ia dikenal ke seluruh dunia? Orang ini terlalu pintar. Hanya 11 tahun, ia telah memasuki Universitas. Dia menjadi mahasiswa termudadi Harvard University. Sepanjang hidupnya, Sidis telah menguasai 200 bahasa di dunia. Bahkan, ia hafal semacam bahasa secara keseluruhan hanya dalam 1 hari. Kecerdasanyang luar biasa membuatnya gila. Dia tidak punya teman atau pacar. Bahkan ia meninggalkan rumah, meninggalkan keluarganya dan pengasingan. Dia meninggal pada usia 46 tahun dalam keadaan menganggur, terasing, dan sangat miskin. Dengan IQ lebih dari 250 ia menjadi orang paling jenius.
2.KIM UNG YONG
Satu-satunya orang paling jenius yang masihhidup hari ini. Kim Ung Yong berada di peringkat kedua sebagai orang paling jeniusdi dunia. Tercatat dalam Guinness Book Of Records sebagai pemilik IQ tertinggi di dunia saat ini, IQ 210. Dia adalah warga negara Korea. Mungkin, ia terlahir ke dunia sebagai bayi ajaib. Kim Kecil yang berusia 3 tahun, sudah bisa baca-tulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang, dan Jerman). Pada usia 7 tahun, Kim diundang ke Amerika Serikat oleh NASA. Ia menyelesaikan ProfesorPh.D di Colorado State University sebelum usia 16 tahun. Kembali ke Korea ia mendapatkan gelar doktor di bidang teknik sipil. Sekarang dia bekerja untuk NASA.
3.CHRISTOPHER LANGAN
Christopher Michael Langan peringkat ketigasebagai orang paling jenius di dunia versi Guinness buku catatan. Warga negara Amerika Serikat yang berada di daftar nomor 2 buku Guinness of Records dengan IQ 195.
4.SIR ISAAC NEWTON
Sir Isaac Newton adalah seorang ilmuwan yang berada di peringkat keempat sebagai orang paling jenius di dunia. Para ilmuwan yang menyimpulkan hukum Gravitasi. Ini terkenal dengan pohon apel itu. Seorang fisikawan, matematikawan, filsuf alam, astronom, dan teolog yang berasal dari Inggris. Newton memiliki IQ 190.
5.MARILYN VOS SAVANT
Marilyn Vos Savant menduduki peringkat kelima sebagai orang paling jenius di dunia. Seorang penulis dari Amerika Serikat. Terdaftar sebagai pemilik IQ 3 tertinggi di Guinness Book of Record saat ini. Dengan IQ lebih dari 186.
6.LEONARDO DA VINCI
Siapa yang tak kenal Leonardo Da Vinci? Seniman terkenal dari Italia adalah peringkatkeenam sebagai orang paling jenius di dunia. Tapi lebih banyak menghabiskan hidupnya di Perancis. Karya-karya paling terkenal dari Da Vinci Mona Lisa adalah lukisan. Da Vinci memiliki IQ 180.
7.JOHANN WOLFGANG VON GOETHE
Johann Wolfgang von Goethe menempati peringkat ketujuh orang jenius paling Guinness Book of Records. Seorang ilmuwandan penulis dari Jerman. Goethe adalah tokoh dunia yang paling penting dalam sastra Jerman. Ia memiliki IQ 179.

Jumat, 22 Mei 2015

ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CAIRAN



KELEBIHAN VOLUME CAIRAN DAN ELEKTROLIT


DEFINISI
Keadaan di mana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami kelebihan cairan intraseluler atau intrestisial.

ETIOLOGI
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan gangguan mekanisme regulator sekunder terhadap gagal ginjal, akut   atau kronis.
Berhubungan dengan peningkatan preload, penurunan kontraktilitas, dan penurunan curah jantung sekunder terhadap :
·         Infark miokard
·         Gagal jantung kongesif
·         Gagal ventrikel kiri
·         Penyakit katup
·         Takikardia/aritmia
Berhubungan dengan hipertensi porta, tekanan osmotik koloid plasma rendah, dan retensi narium sekunder terhadap :
·         Pnyakit hepar
·         Sirosis
·         Asites
·         Kanker
Berhubungan dengan kerusakan arus balik vena sekunder terhadap :
·         Varikose vena
·         Penyakit vaskular perifer
·         Trombus
·         Feblitis kronis
·         Imobilitas

Tindakan yang Berhubungan
Yang berhubungan dengan retensi natrium dan air sekunder terhadap terapi kortikosteroid

Situasional (Personal, Lingkungan)
Berhubungan dengan kelebihan masukan natrium/masukan cairan
Berhubungan dengan rendahnya masukan protein :
·         Diet lemak
·         Malnutrisi
Berhubungan dengan venostasis/pengumpulan venosa sekunder terhadap :
·         Imobilitas
·         Bidai atau balutan yang kuat
·         Berdiri atau duduk dalam waktu yang lama
Berhubungan dengan kompresi vena oleh uterusyang hamil
Berhubungan dengan drainase limfatik yang tidak adekuat sekunder terhadap mastektomi



Maturasional
Lansia
Berhubungan dengan kerusakan arus balik vena sekunder terhadap peningkatan resisten perifer dan penurunan efisiensi katup

TANDA-TANDA GEJALA
Kriteria Mayor (Harus terdapat)
·         Edema
·         Kulit menegang, mengkilap



Kriteria Minor (Mungkin terdapat)
·         Masukan lebih banyak daripada keluaran
·         Sesak napas
·         Kenaikan berat badan
(Lynda Juall,2005)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.Elektrolit serum
Pemeriksaan kadar elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3. Ph Urine
Menunjukan tingkat keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 – 8
Pada kondisi oksidasi metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah)
4.Berat Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine rendah :stadium terminal,nefritis
                                                                                                   (perry potter,2005)
PENATALAKSANAAN
1.      Pemberian deuretik jika pembatasan diet natrium tidak cukup untuk mengurangi edema dengan mencegah reabsorbsi natrium dan air oleh ginjal.
2.      Pengkajian masalah yang berat seperti edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas dan warna kulit.
3.      Infus berhenti bila pemberian cairan natrium berlebihan

KRITERIA HASIL
Individu akan :
·         Mengungkapkan faktor-faktor penyebab dan metode-metode pencegahan edema
·         Memperlihatkan penurunan edema perifer dan sakral

NO
INTERVENSI
RASIONAL
1
Kaji tanda-tanda vital :
·         Catat perubahan Tekanan Darah
·         Demam
·         Turgor kulit
·         Kelembapan membran mukosa
Mengetahui keadaan umum klien
2
Kaji adanya/lokasi pembentukan edema
Edema mungkin umum atau lokal pada area dependen. Pasien lansia dapat mengalami edema dependen dengan kelebihan cairan yang lebih kecil
3
Tentukan pola makan pada klien dan tentukan diet
Agar asupan makanan pada pasien tetap terjaga
4
Anjurkan untuk mengurangi  garam dan terapkan diet yang tepat
Untuk mengajarkan kepada klien agar tidak terjadi hipervolemia
5
Bantu dengan identifikasi/pengobatan penyebab dasar
Rujuk pada faktor predisposisi/pemberat



(Doengoes,edisi 3;Perry Potter,2005)









  





 

  
KEKURANGAN  VOLUME  CAIRAN DAN ELEKTROLIT

DEFINISI
Keadaan di mana seorang individu yang tidak menjalani puasa mengalami atau beresiko mengalami dehidrasi vaskular, intertisial atau intravaskular

ETIOLOGI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
Patofisiologis
Berhubungan dengan haluaran urine yang berlebihan
Diabetes tak terkontrol
Diabetes insipidus (ketidakadekuatan hormon diuretik)
Berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan dengan jalan evaporatif karena luka bakar
Berhubungan dengan kehilangan sekunder akibat:
Demam atau peningkatan laju metabolik
Drainase abnormal (misalnya luka,mensis yang berlebihan)
Peritonitis
Diare

Situasional (personal, lingkungan)
Berhubungan dengan muntah /mual
Berhubungan dengan menurunnya motivasi untuk minum cairan sekunder akibat depresi atau keletihan
Berhubungan dengan masalah diet atau puasa
Berhubngan dengan makanan melalui selang dengan pelarut tinggi
Berhubungan dengan kesuitan menelan atau makan sendiri sekunder akibat nyeri mulut,keletihan
Berhubungan dengan panas atau sinar matahari yang berlebihan,kekeringan
Berhubungan dengan kehilngan berlebihan melalui kateter menetap atau drein
Berhubungan dengan ketidakcukupan cairan untuk upaya olahraga atau kondisi cuaca
Berhubungan dengan penggunaan laksatif,enema diuretik,alkohol yang berlebihan
Maturasional
Bayi atau anak
Berhubungan dengan peningkatan kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan penurunan kemampuan untuk memekatkan urine
Lansia
Berhubungan dengan kerentanan sekunder akibat penurunan penerimaan cairan dan penurunan sensasi haus
(Lynda Juall,2005)

TANDA-TANDA GEJALA
Batasan Karakteristik Mayor (Harus terdapat)
·         Ketidakcukupan masukan cairan per oral
·         Keseimbangan negatif antara masukan dan haluaran
·         Penurunan berat badan
·         Kulit/membran mukosa kering


Batasan Karakteristik Minor (Mungkin terdapat)
·         Peningkatan natrium serum
·         Penurunan haluaran urine atau haluaran urine berlebihan
·         Urine memekat atau berlebih
·         Penurunan turgor kulit
·         Haus/mual/anoreksia
(Lynda Juall,2005)




PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.Elektrolit serum
Pemeriksaan kadar elektrolit serum sering di lakukan untuk melengkapi adanya gangguan keseimbangan caran dan elektrolit pemeriksan yanng paling sering adalah,natrium kalium,klorida dan ion bikarbonat.
2.pemeriksaan HT(Hematokrit)
Hematokrit adalah proporsi volume darah yang terdiri dari sel darah merah.
Normal nilai HT(Hematokrit)
-laki laki : 40%- 54%
-perempuan :37% -47%
Hematokrit turun menyebabkan hipovalemia
Hematokrit merupakan perbandingan atau proporsi volume sample darah dengan sel darah merah ,jadi pemeriksaan Hematokrit di hubungkan dengan kekentalan darah
3. Ph Urine
Menunjukan tingkat keasaman urin yang mnggambarkan keseimbangan asam basa Ph urin normalnya 4,6 – 8
Pada kondisi oksidasi metabolik keasaman darah yang berlebihan yang di tandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah)
4.Berat Jenis Urine
Normalnya 1,003; 1,030
Berat jenis urine di pengaruhi oleh jumlah urine ,Komposisi urine ,fungsi pemekatan ginjal
Berat jenis urine tinggi :diabetes melitus ,nefrotis akut,demam
Berat jenis urine rendah :stadium terminal,nefritis
                                                                                                                
   (perry potter,2005)





PENATALAKSANAAN
a)      Pemberian cairan intravena untuk yang kehilangan cairan akut atau berat
b)      Frekuensi pemberian cairan yang di dasarkan keparahan,kekurangan,dan respon pasien terhadap penggantian cairan
c)      mobilisasi cairan dengan memposisikan pasien pada posisi terlentang
d)     pengkajian masalah yang berat seperti edema,peningkatan tekanan vena sentral,bunyi nafas dan warna kulit.


KRITERIA HASIL

a)      Berat jenis urine di tingkatkan
b)      Klien memiliki membran mukosa yang lembab
c)      Meningkatkan masukan cairan minimal 2000 ml (kecuali bila kontra indikasi)
d)     Menceritakan perlunya untuk meningkatkan masukan cairan selama stres atau panas
e)      Mempertahankan berat  jenis urine dalam batas normal
f)       Memperlihatkan tidak adanya tanda dan gejala dehidrasi 



NO
INTERVENSI
RASIONAL
1
Kaji tanda-tanda vital
·         Catat perubahan tekanan darah
·         Takikardi
·         Demam
·         Turgor kulit
·         Kelembapan membran mukosa
Untuk mengetahui keadaan umum klien
2
Kaji dan ukur intake dan output sejumlah kecil asupan cairan yang mengandung elektrolit ukur jumlah muntah
Menelan cairan yang sedikit dapat mencegah rasa ingin muntah yang lebih lanjut. Cairan yang mengandung eletrolit mencegah kehilangan cairan lebih lanjut
3
Pemberian makanan dan minuman yang cukup sesuai kebutuhan
Memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh
4
Balik dengan sering,masase kulit, dan lindungi tonjolan tulang
Jaringan rentan terhadap kerusakan karena vasokontriksi dan peningkatan kerapuhan seluler
5
Anjurkan untuk mengurangi garam dan terapkan diit yang tepat
Untuk mrngajarkan pada klien agar tidak terjadi hiprvolemia
6
Kaji identifikasi pengobatan penyebab dasar
Rujuk pada daftar faktor predisposisi/pemberat
7
Kolaborasi dengan dokter pemberian larutan rlektrolit isotonis seperti linger laktat atau Nacl yang sering digunakan
Untuk menggantikan cairan yang hilang
                                       
(Doengoes,edisi 3;Perry Potter,2005)
 

About Me

Foto Saya
anggita priscillia
temanggung, temanggung jawa tengah, Indonesia
Orang aneh dan absurbd 😀
Lihat profil lengkapku